Friday, October 8, 2010

memory tentang senior-senior yang sok berwibawa

kemarin saya berpapasan dengan salah seorang yang sok berwibawa tapi ternyata gak ada wibawanya. Dari kejauhan saya sudah menyadari matanya memperhatikan gerak-gerik saya,seolah-olah saya hendak mencuri sesuatu di hadapannya. Entah apa yang di lihat dari saya. Secara detail dia memperhatikan saya dari bawah sampai ke atas. Temen saya yang berjalan di samping saya jadi heran dan bertanya kenapa dia melihat saya setajam itu. Saya hanya tersenyum lalu bilang "Mungkin dia inget kejadian waktu gw diusir dari lab kali dan merasa bangga dia bisa ngusir gw" Lagi-lagi untuk kesekian kalinya saya diingatkan kembali dengan kejadian yang membuat saya kecewa dan terlihat seperti pembangkang di hadapan mereka-mereka yang menganggap dirinya hebat dan teman-teman sekelas saya di tingkat 1. Pria yang menatap saya dengan tajam ini adalah salah satu dari orang-orang yang membuat saya semakin trauma dengan yang namanya FISIKA tapi saya lebih trauma lagi mendengar yang namanya SENIOR.

yang membuat saya semakin trauma dengan senior adalah dia dan beberapa rekannya merasa patut dihargai atas keberadaannya sementara dia dan beberapa rekan sekerjanya tidak menghargai penjelasan saya ketika saya memberikan alasan kenapa saya berhak untuk tidak dikeluarkan dari lab [baca alasan saya supaya saya tidak dikeluarkan dari lab di postingan saya sebelumnya di http://indrianaharianja.blogspot.com/2010/09/bkt-beralih-fungsi.html]. Saya dikeluarkan karena saya memakai sendal [saya memakai sendal karena sikon yang mengharuskan bukan karena saya malas pakai sepatu] yang sebenarnya dalam tata tertib memasuki lab tidak ada larangan untuk memakai sendal dan tidak ada poin yang mengharuskan memakai sepatu tertutup,bisa cek tata tertib di http://fisika.lab.gunadarma.ac.id/tata-tertib/ tapi ada satu poin yang membatasi yaitu berpakaian yang rapih dan sopan. waktu itu saya sudah memakai pakaian dengan rapi dan sopan,apakah hanya karena saya memakai sendal nilai kesopanan saya hilang dan saya tidak berhak mengikuti praktik sekalipun saya sudah menjelaskan kenapa alasan saya memakai sendal? [lagi pula minggu-minggu yang lalu teman-teman sekelas saya juga banyak yang memakai sendal tapi tidak pernah dipermasalahkan,kenapa giliran saya dipermasalahkan?] yang saya tau jawabannya adalah karena beberapa dari mereka memang sudah sensitif ke saya sejak praktikum minggu pertama,sungguh tidak objektif sekali mereka. disinilah saya melihat mereka sebagai senior yang sok berwibawa tapi tidak berwibawa. Lebih terlihat lagi ketika minggu berikutnya saya mengikuti praktikum pengulangan,ada beberapa praktikan dari kelas yang berbeda dengan saya yang mengikuti praktikum pengulangan mengenakan sendal bukan sepatu tapi mereka diperbolehkan masuk. saya juga melihat beberapa asisten mengenakan sendal.harusnya kan mereka yang dicontoh lebih rapih,tapi ternyata tidak. yang paling lucu lagi,ketika sedang beraktifitas di lab saya dengar suara salah satu staff perempuan bilang "kepada semua praktikan dilarang bermain hp" padahal salah satu asisten pria menggunakan hadset sambil mendengarkan lagu yang berdendang dari hp nya di kedua daun telinganya ketika dia menjelaskan kepada salah satu kelompok praktikan sehingga asisten tersebut menjelaskan dengan suara yang tidak normal,bisa dibilang seperti berbicara dengan orang yang pendengarannya kurang. harusnya kalau mau melarang praktikan lihat dulu apakah dia dan rekan-rekan kerjanya benar-benar tidak melakukan apa yang dia larang. jangan asal mau terlihat sok wibawa dan tegas padahal dirinya sendiri tidak konsekuen. bisanya hanya menuntut tapi tidak bisa jadi contoh untuk yang dituntut. kalo saya dengan emosi saya waktu itu mereka nilai sebagai seorang pembangkang saya juga berhak menilai mereka sebagai orang-orang yang tidak konsekuen [saya selalu memperhatikan bagaimana mereka di minggu-minggu berikutnya yang tidak konsekuen dengan ucapan. melarang praktikan memakai sendal tapi mereka yang harusnya jadi contoh justru banyak yang memakai sendal,melarang praktikan memainkan hp tapi mereka yang seharusnya juga tidak memainkan hp ketika memberikan penjelasan kepada praktikan justru asik bermain hp,mendengarkan mp3 (mungkin mereka pikir mereka keren)]

kalo ditanya kalian seperti apa
pasti saya jawab SAMPAH
kalo ditanya kenapa jawab saya begitu
karena kalian sangat menjijikan buat saya
menebar kata yang bijak seolah-olah orang bijaksana
tapi tak lama kemudian kata-kata bijak itu usang,kotor dan mengeluarkan bau seperti SAMPAH.
tak lagi bermakna dan saya sebut NOL BESAR.
ya itulah diri kalian buat saya SENIOR!

Thursday, October 7, 2010

Menang

Hadapi ombak bergelombang
Lewati badai yang menerjang
Ombak badai boleh menghadang
Aku selalu siap berperang
Dan jadi pemenang
Bersama Yesus aku menang
Sebab kepadaNya aku berpegang
DenganNya aku tak kan goncang
Aku menang
Selalu menang
Bersama Yesusku sang pemenang

Wednesday, October 6, 2010

New Media

New Media (Media Baru) adalah terminologi konvergensi antara teknologi komunikasi berbasis digital yang terkomputerisasi dengan karakteristik dapat dimanipulasi,bersifat jaringan,padat,interaktif dan tidak memihak. Itu merupakan pengertian new media menurut beberapa sumber yang saya kombinasikan,kalau menurut saya secara pribadi New Media (Media Baru) adalah Kemunculan teknologi berbasis digital yang menyatukan beberapa elemen dengan fungsi yang berbeda menjadi sesuatu yang memiliki banyak fungsi dan akan semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi.
Contoh produk new media adalah Koran digital. Koran digital adalah koran yang dapat diakes melalui media elektronik yang terhubung dengan jaringan internet,Handphone yang terhubung dengan jaringan internet. Koran digital tidak lagi berbentuk fisik tapi berbentuk elektronik karena telah mengalami proses digitalisasi yang memiliki prinsip kerja elektronik dan elktromagnetis. Beberapa contoh koran digital yang ada di Indonesia adalah The Jakarta Pos, JawaPos,Kompas dan Koran Tempo.
Keberadaan New Media memiliki dampak bagi penggunanya baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Gaya hidup yang serba instant adalah salah satu dari dampak negatif atas keberadaan New Media,dimana pengguna New Media jadi kurang bersosialisasi dengan ruang publik disekitarnya karena telah merasa dengan adanya koneksi antara pengguna dengan perangkat teknologi semuanya jadi serba gampang,tanpa ada tatap mukapun tetap bisa berkomunikasi padahal kan dalam kehidupan bersosialisasi dibutuhkan juga yang namanya tatap muka sementara dampak positif dari keberadaan New Media adalah setiap orang yang menggunakan New Media memiliki kebebasan mengekspresikan dirinya dalam menulis,memberikan ide dan gagasan-gagasan baru. Setiap kita bebas memiliki banyak koneksi dan berinteraksi dengan siapa saja yang ada di dunia.

Monday, October 4, 2010

Bila aku mati

Bila aku tau kapan aku mati
Tentu aku mempersiapkan diri sejak dini
Bersyukur sekali aku tidak tau sama sekali
Dan sungguh aku tak mau tau
Tentang waktu Bapa yang akan menjemputku
Aku memang tak tahu
Tapi aku pasti punya waktu
Mempersiapkan diriku menghadap Bapaku di sorga
Aku ingin hidup dengan sederhana
Memanfaatkan setiap waktu yang aku punya
Saat aku menutup mataku nanti
Aku tak ingin mereka menangis seperti aku menangis saat aku terlahir ke dunia
Aku ingin mereka tersenyum untukku Seperti mereka tersenyum ketika aku dilahirkan
Aku pun akan tersenyum untuk setiap mereka
Ya..aku ingin tersenyum untuk semua orang dalam hidupku
Sebagai tanda perpisahan dan ucapan terimakasihku
Karena mereka bersedia hadir dalam hidupku
Mengasihiku dan menyayangiku sepenuh hati
Sungguh aku ingin mengakhiri hidupku dengan senyuman
Dan melihat mereka menghantarkan aku dengan senyuman

Indonesiaku Kaya kok

Hampir setiap hari di media masa terpapar banyak WNI meninggal dunia dikarenakan faktor kemiskinan. Tapi benarkah sampai segitu miskinnya negaraku Indonesia? Setiap hari harus kehilangan banyak nyawa. Salahkan siapa kalau begitu? Mari masuk lebih dalam mengacu pada pandanganku kalau negaraku Indonesia bukanlah negara yang miskin. Semuanya ada dan tersedia di negara ini.
Bagiku Indonesia bukanlah negara yang sangat miskin,tapi justru sangat kaya. Ya! Indonesia kaya. Bukan saja kaya akan kekayaan alam yang melimpah ruah dari Sabang sampai Merauke tapi juga kaya akan karakter sumber daya manusia. Kalo masalah kekayaan alam jangan lagi dipertanyakan. Semua negara maju bahkan negara berkembang pun selalu melirik Indonesia sebagai objek penambah kekayaan negaranya sendiri dengan dalih investasi dan kerja sama,padahal yang selalu diuntungkan adalah negara-negara investor itu sendiri.
Aku bosan membahas kekayaan alam Indonesia,karena bagiku sekalipun selalu di bahas tetap kekayaan alam yang harusnya aku dan kalian nikmati bersama lebih banyak dinikmati oleh mereka orang-orang asing. Aku lebih tertarik bahas kekayaan karakter sumber daya manusia di Indonesia.
Pertama,negaraku sangat kaya akan orang-orang cerdas, tapi sedikit sekali dari mereka yang peduli terhadap kemajuan bangsanya. Lebih banyak mereka yang peduli dirinya sendiri. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya dengan kecerdasan yang mereka punya mereka bisa hidup bahagia dengan semua kebutuhan mereka yang terpenuhi.
Kedua, negaraku kaya akan orang-orang konglomerat [si kaya] yang selalu berusaha untuk membuat dirinya bertambah kaya dengan semua cara-cara mereka meskipun terkadang mereka menyadari cara yang mereka gunakan adalah cara yang salah tapi tetap mereka tak pedulikan salah atau benarnya cara mereka. Bahkan mereka juga tak peduli akan keadaan orang-orang sekitar merekayang mungkin keadaannya jauh di bawah mereka,orang-orang bawah ini selalu mereka anggap sampah dan tak pantas untuk dipedulikan. [Lihat saja betapa tersingkirnya penduduk yang ada di lingkungan pembangunan gedung-gedung bertingkat yang di jadikan mall,hotel,kantor] padahal harusnya mereka sadar dengan adanya orang-orang di bawah merekalah merke dapat disebut sebagai konglomerat [si kaya] karena tanpa adanya orang-orang kalangan bawah yang biasa disebut miskin mereka tidak akan pernah di panggil sebagai SI KAYA!
Ketiga,negaraku kaya akan manusia yang penuh dengan orang-orang munafik. Orang-oang yang selalu menganggap dirinya paling benar dan mengaku menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan nilai-nilai pancasila tapi mereka sama sekali tidak menghidupi nilai-nilai tersebut. Mereka justru lebih sering dan sangat bangga melakukan semua hal yang bertentangan dari semua nilai yang mereka junjung tinggi. Mereka sering bilang mereka mengasihi sesama,tapi apa buktinya? Justru banyak orang yang tidak pernah menanam kasih dalam hatinya. Banyak orang tergila-gila akan surga rela membunuh sesamanya dengan membabi buta.
Keempat,negaraku kaya akan para pakar politisi cerdas yang sangking cerdasnya mereka memikirkan bagaimana cara yang baikdan tepat untuk bisa terus duduk dalam kursi pemerintahan menjadi seorang pejabat yang selalu menikmati uang negara yang dia pikir hasil dari jerih payahnya dalam mengkorupsi tanpa pernah berpikir kalau tindakan bodoh mereka sangat merugikan banyak orang. Mereka bersenang-senang menikmati uang negara di atas kebutuhan warga negara yang tidak terpenuhi karena uangnya habis terlahap ikan buas yang mengerikan tapi tetap ingin terlihat baik dan bersih dihadapan semua orang. Padahal menurutku mereka sangatlah busuk dari orang-orang busuk yang ada. Bahkan harusnya mereka dihargai penghargaan King of Copet dari MURI.
Kelima,negaraku kaya akan para aparat hukum yang terlalu masa bodoh dengan penegakan hukum yang adil dan benar. Mereka hanya akan bekerja apabila dsediakan uang banyak. Mereka selalu menyembunyikan kebenaran yang ada,bagi mereka kebenaran diukur dengan jumlah uang yang tersedia. Bila uang yang tersedia banyak maka mereka akan bekerja tapi tanpa ada uang mereka akan menutupi kebenaran. [ buktinya terlihat pada kasus century,tambunan,rekening gendut polri. Apa ada yang benar-benar terselesaikan dengan baik?]
Keenam,negaraku kaya akan orang-orang miskin dan gelandangantapi buatku pribadi justru merekalah yang mau hidup dengan penuh perjuangan dimana mereka mau merendahkan dirinya untuk mencari sesuap nasi dengan segala kemampuan yang mereka punya tanpa peduli akan cuaca. Mau panas terik atau hujan sekalipun mereka tidak menyerah untuk berjuang mencari yang namanya sesuap nasi.
Masih begitu banyak karakter sumber daya manusia Indonesia yang tak terpaparkan tapi paling tidak dengan keenam pemaparanku ini dapat dinyatakan bahwa “Negaraku Indonesia BUKAN NEGARA MISKIN!” [hanya apabila dimulai dari sekarang kita tidak lagi hanya terfokus pada keberadaan SDA yang melimpah ruah tapi lebih memfokuskan pemanfaatan SDM yang juga melimpah ruah yang setiap waktu dapat selalu diperbaharui]


Pandanganku untuk negaraku Indonesia
Jakarta,5 Oktober 2010
Indri