Monday, September 27, 2010

BKT beralih fungsi

Mungkin hanya beberapa yang sudah terbiasa dengar sebutan BKT dan yang lain masih sangat asing mendengar BKT. Kalo buat saya pribadi BKT sangat tidak asing lagi apalagi kalo ingat waktu saya harus di keluarkan dari Lab Fisika karena tidak memakai sepatu. Sepatu saya tidak saya pakai masuk ke lab fisika akibat dari kejahanaman keberadaan BKT. waktu saya berangkat kuliah kebetulan hujan rintik-rintik otomatis jalanan basah ya berdampak deh terhadap sepatu saya. jadi basah juga kena cipratan air sialnya lagi ternyata disepanjang jalan BKT genangan airnya cukup tinggi,sepatu saya yang basah luarnya aja jadi basah semua sampai bagian dalem termasuk kaos kaki saya juga basah. Saya yang gak semangat lagi bawa motor akhirnya memilih melanjutkan perjalanan ke kampus naik kereta dan menitipkan motor saya di penitipan motor samping stasiun tebet. Saya pikir gak pantes kalo saya naik kereta express ( biasanya sih naik ekonomi tapi buat ngejar waktu supaya bisa sampe di lab gak telat )dengan memakai sepatu + kaos kaki yang basah,nanti penumpang yang lain jadi risih dan tidak nyaman ada satu gerbong dengan saya (saya jelas risih juga memakai sepatu+kaos kaki yang basah ). Dengan segala macam pertimbangan itulah saya juga menitipkan sepatu saya dan meminjam sendal dari abang penjaga penitipan motor itu. Saya pikir saya tidak akan dikeluarkan kelas hanya karena memakai sendal karena saya yakin betul tidak ada poin yang mewajibkan memakai sepatu yang tertera di tata tertib modul lab Fisika. Tapi ternyata saya tetap dikeluarkan sekalipun saya sudah menceritakan alasan kenapa saya tidak memakai sepatu masuk ke lab Fisika. Sejak itulah BKT selalu saya ingat di luar dari keseharian saya yang memang biasa melewati BKT. ingat BKT pasti ingat betapa kecewanya saya ketika perjuangan saya untuk bisa iktu praktek di lab Fisika di sia-siakan oleh staff lab fisika dasar Universitas Gunadarma kelapa dua,depok. Salah satu staff justru menolak alesan saya dan dengan bangganya mengankat sepatunya ke hadapan saya sambil berkata "liat nih sepatu saya,meskipun hujan tetap tidak basah dan saya tetap pake sepatu ke lab ini" padahal situasi dan kondisi jalan yang saya dan dia lewati berbeda.

itulah salah satu pengalaman saya dengan BKT. bukan inti dari BKT beralih fungsi lho. ini baru akan dimulai paparan BKT beralih fungsi. maaf kalo dari tadi saya selalu menyebut BKT tapi belum menjelaskan apa itu BKT. :) BKT itu singkatan dari Banjir Kanal Timur,terletak di bagian timur Jakarta. Panjangnya berkilo-kilometer hingga menembus laut di bagian utara Jakarta. Dibangunnya BKT oleh Pemkot Jakarta adalah untuk mengalihkan air kiriman dari bogor dan depok yang mengalir di kali ciliwung dimana ketika hujan deras melanda bogor dan depok secara otomatis masyarakat jakarta yang berada ditepian kali ciliwung mendapati lingkungannya terendam air atau biasa disebut dengan banjir. intinya fungsi BKT yang utama adalah sebagai kanal yang mengalihkan banjir di bagian timur jakarta. Tapi ketika hari sabtu tanggal 25 september 2010 yang lalu sekitar jam 8 malam saya melintasi jalan BKT dari arah pondok kopi sampai jalan Basuki rahmat ternyata BKT dipenuhi motor-motor pasangan muda yang memadu kasih di pinggiran tanah sisa BKT (BKT jadi tempat pacaran),saya juga melihat bapak-bapak melemparkan kail pancingnya ke BKT (BKT jadi tempat pemancingan gratis) lalu ada beberapa segerombolan anak muda yang ngumpul sambil meminum minuman keras (BKT jadi tempat tongkrongan preman). itulah beberapa peralihan fungsi yang terjadi di BKT. Entah apa yang dilihat oleh mereka-mereka yang ada dipinggiran BKT selain air yang kotor dengan bau yang menyengat sehingga mereka betah berjam-jam ada dipinggiran kali BKT.