Sunday, January 9, 2011

cerita dini hari

Jam segini harusnya aku sudah tertidur pulas mengingat pagi nanti aku sudah memiliki janji kontrol dengan dokter gigiku,tapi kenyataannya aku masih terjaga dari tidurku. Ditemani suara rintik hujan di atas genting rumahku dan suara air yang jatuh ke ember tampungan aku menuliskan ini di Blogku. Entah apa yang membuatku masih terjaga di dini hari ini. Kalo aku mencoba mengingat aktivitasku satu jam sebelum aku membuka blogku ini aku jadi teringat soal notes yang aku buat di akun Facebook ku. Tanpa sengaja aku membuat notes dengan judul "Sudah sangat terbiasa,entah mesti bagaimana" setelah aku pulang menemui salah satu dari yang aku maksud dalam notesku itu. Mungkin notesku ini yang jadi alasan aku masih terjaga dari tidurku sampai sekarang. hemm,ya tak salah lagi! Aku masih terjaga karena memang harus berbagi soal notesku itu.
ini isi notesnya :

aku sudah sangat terbiasa dengan keadaan kita
terbiasa menikmati hangatnya di tengah kalian berdua
terbiasa merasakan kebersamaan dalam meja makan
terbiasa tertawa ketika kita berbagi cerita
terbiasa menganggap kalian orang tuaku
terbiasa dengan panggilan nak
berada di tengah-tengah kalian membuatku menemukan apa yang jarang bahkan tak pernah kutemukan di rumah
menemukan kehangatan yang hanya sesekali saja kudapat ketika aku di rumah
tapi sekarang aku takut
sangat takut bahkan
takut kehilangan semua hal yang terbiasa kudapati dalam kebersamaan kita
apabila akhirnya memang harus berjalan sendiri-sendiri
tak kan ada kehangatan
tak kan ada kebersamaan di meja makan
tak kan ku dengar lagi tawa kita
tak kan ku dengar lagi kalian memanggilku nak
entah bagaimana aku harus menghadapi ketakbiasaan ini,aku sudah sangat terbiasa


dari notesku itu terlihat sangat jelas betapa aku sangat takut kehilangan suatu keterbiasaan yang aku dapatkan dalam kebersamaanku dengan mereka yang aku maksud dalam notes itu. Ya,memang aku sangat takut kehilangan keterbiasaan itu terlebih lagi kehilangan mereka,selama setahun belakangan ini mereka lah yang memberi warna dalam keseharianku,warna yang tak pernah aku dapat dari orang lain. Bila memang aku harus kehilangan semua keterbiasaan itu,jujur aku sangat tidak siap. Aku paparkan ini di blogku karena aku sudah putus asa berkali-kali mengatakan ketidaksiapanku pada mereka,tapi mereka tetap pada ego masing-masing. Paling tidak setelah aku memaparkan apa yang aku rasa,aku sudah lega dan bisa memejamkan mataku untuk menyambut mentari di pagi nanti dan menepati janji yang sudah ku buat dengan dokter gigiku. Kebetulan hujan sudah berhenti,suara rintik air tak lagi ku dengar,hatiku sedikit lega dan mataku sudah meminta untuk dipejamkan,tiba saatnya aku untuk tidur. terima kasih sudah menyempatkan diri membaca cerita dini hariku tentang aku yang masih terjaga dari tidur. sampai ketemu di tulisanku yang berikutnya :)